Three Sweet Months of Love and Daisies

When the wife beautifies the husband's desktop space... Fresh pink daisies and a Hello Kitty pack of tissues
When the wife beautifies the husband’s (boring) desktop space… Fresh pink daisies and a Hello Kitty pack of tissue instantly prettifies the space!

Happy 3-monthsary to us, Alhamdulillah. 🙂

My husband and me, we sort of look-alike. That’s a wonderful thing, though it makes some people assume that we are also very similar to each other. Sure we have our similarities, but like every couple we also have our differences. Some are minor and some are opposites like the sky and the earth.

For example, last Saturday evening we went jogging and running at the park. I learnt that my husband likes to run in the morning while I prefer running in the evening. I like to run my stress away reflecting the day’s events while enjoying the cooling evening breeze. My husband on the other hand prefers to run as a kickstart to the day while taking in the freshness of the morning air.

I’m sure we will discover more of each other and I am enjoying as well as embracing the process thus far. That’s what makes marriage so interesting isn’t it? Allah presents you with differences in your partner so that you can find ways to work together and make it work beautifully for the both of you. I believe marriage is about letting these differences be and making it work to the best of our abilities.

Afterall, it did take us a quarter of a century to become the individual that we each are now, a beautiful person that God has specially moulded us to be. So with two beautiful individuals combined, the result should be an art that is profoundly beautiful. And that is what our marriage can become, if He wills.

May Allah continue to put love and blessings in our marriage, InsyaAllah 🙂

Before you love someone else, you must learn to love yourself.

Before you love yourself, you must learn to love Allah and His Messenger.

Only then will you love easily.

As love is the root of all creation.

Aku Kagum DenganMu.

Aku kagum dengan bahasa Melayu.
Aku kagum dengan ulama’ terdahulu.
Aku kagum dengan ilmu.
Aku kagum dengan Tuhanku.

Bahasa Melayu bahasa ibundaku.
Bahasa yang indah kekadang menusuk kalbu.
Ya, ia mungkin tidak seindah bahasa Arab,
tetapi mempunyai keistimewaan tersendiri.
Berjiwa sopan penuh kelembutan, itu sudah pasti.

Ulama’ terdahulu sangat aku banggakan.
Semangat membara mencari ilmu yang mendalam.
Alhamdulillah kerana kerajinan dan kekentalan mereka,
Yang membolehkanku membaca kitab di depan mata.

Ilmu dunia, ilmu akhirat.
Semuanya datang dari Allah.
Jangan sesekali menyombong diri akhwat,
Kerna ia boleh ditarik darimu bila-bila masa sahaja.

Tuhanku yang Maha Esa, yang Maha Segalanya
Sembilan puluh sembilan nama yang dikenalkan pada kita
Wajarlah kita mengambil masa mengenal personalitiNya
Kita akan menjadi manusia bahagia penuh taqwa, InsyaAllah.

Sepotong karangan dariku, hamba yang kecil
Sepotong ilham yang ditulis, di blogku yang terpencil
Terima kasih kerana membaca
Salam sayang dari siti mardhiah

Nota penulis: Bahasa Melayu, ahli ulama’, ilmu dan Tuhan. Empat topik ini mungkin ada atau tidak ada hubungan sesama sekali, agak “random” jika difikirkan, tetapi bila digabungkan ia mewujudkan satu karya yang sempurna. Sebenarnya itulah kehidupan. Semuanya berhubung dengan satu sama lain, tidak ada yang berdiri sendiri tanpa teman. Kecuali Tuhan semesta alam.

Hati

Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencari tuhan.

Seperti sudah menjadi fitrah anak kecil mencari ibu bapanya.

Hati ini diciptakan untuk mencintai Tuhannya. Sebab itu hati ini akan sedih, runsing dan tidak tenang jika ia mencintai yang lain selain Allah.

Kasihan hati ini, ia cenderung melakukan yang baik tetapi tidak kau pedulikan harapannya.

Kasihan hati ini, selalu dikalahkan oleh hawa nafsu, ego dan perasaan negatif.

Sungguh terpelihara hati ini. Syaitan hanya boleh membisik pada ruang hati ini, tetapi tidak boleh memasukinya andai tidak diberi izin.

Sungguh suci hati ini. Tetapi jika kau membenarkan hawa nafsu, ego dan perasaan negatif memasukinya ia akan menjadi kotor, berdebu, dan hitam.

Jagalah hati ini. Kerana kebersihan hati tiada bandingannya. Kelakuan seseorang mencerminkan kesucian hatinya.

Jika bersih hatinya maka baiklah amalan-amalannya. Tetapi jika hati ini tidak suci, maka tidak baiklah amalan-amalannya.

Peliharalah kesucian hati ini, cintailah Tuhan hati ini, Tuhan Yang Mencipta.

Tuhanku, Tuhanmu, Tuhan semesta alam.

*

Notes:

Hati: “Heart” in Malay.

Inspired by Hadith 6 in 40 Hadith Nawawi